BBM naik lagi! Orang-orang geram lagi, mahasiswa demo lagi dan antrian di pom bensin panjang lagi. Sialnya, gw gak denger sama sekali bahwa BBM akan naik tepat pukul 00.00 dini hari tadi. Jadi ketika tanpa perasaan bersalah, semata-mata karena bensin sudah sangat kosong gw pun menuju pom bensin Menteng. Namun apa hendak dikata, antrian begitu panjang membludak hingga memaceti jalan Lombok. Gw pun memutuskan untuk berbalik arah memotong jalan Lombok dan melupakan mengisi bensin. Sampai di sekitar Hotel Setiabudi, tungky pun mogok. Gw pun panik. Gw pikir si tungky yang tua renta itu kembali sakit-sakitan seperti sebelumnya. Namun kemudian gw cek ke dalam tangki bensin. Memang ternyata isinya sudah kering kerontang. Tungky pun harus didorong sekitar setengah kiloan. Untuk saja ada penjual bensin eceran yang sebenarnya tidak gw percayai. Namun ternyata di saat seperti itu dia menjadi dewa penyelamat. Bayangkan dari orang yang kita curigai menjadi dewa penolong, what a twist of fate! What a life!
Sesampainya di kos, ternyata televisi menyiarkan siaran pers pemerintah tentang kenaikan BBM yang akan diberlakukan tepat tengah malamnya. Mahfumlah gw akan sebab musabab padatnya pom bensin sore itu. Tetapi yang gw tetap tidak bisa mahfum, buat apa sih orang berebutan mengisi bensin seburu-buru itu. Paling lama mereka bisa menikmati bensin harga lama itu hanya dua hari ke depan, sesudahnya realitas kenaikan harga BBM harus tetap dihadapi juga.
Hari ini, ada pemotretan telenji di Hotel Sparks Mangga Besar. Sialnya kami salah ambil jalur. Dari Menteng, kami memilih belok kiri lewat Istana Merdeka yang ternyata telah dipadati ratusan pengunjuk rasa kenaikan BBM. Saya lagi jalan sama Oom H, si manager model dan B, si fotografer. Mereka menggerutu sepanjang jalan tentang ketidakbergunaan demo. Dalam hati gw teringat beberapa artikel yang pernah gw tulis pada saat kuliah dulu. Ketika itu gw dengan sangat gigih membela pernyataan agar kita tetap demo. Siang itu, berbekal gerutuan B dan Oom H, gw merenungkan kembali tulisan-tulisan gw sebelum menjadi penulis gaya hidup dan hidup gaya seperti sekarang. "Ah, saya tidak merasa terwakili oleh mereka, hanya memacetkan jalan saja!" keluh mereka. "Benar juga" kata saya dalam hati. Tetapisebenarnya layakkah kenaikan bensin ini? Ya layak! Lantas mengapa demo segala? Dalam kemacetan gw pun tertidur. Dalam tidur gw pun bermimpi, mahasiswa-mahasiswa itu berteriak kepada gw,"Bukan kenaikan yang kami masalahkan? Tetapi sebab kenaikan itu. Tidak pernah ada pertanggungjawaban yang jelas terhadap subsidi BBM yang selalu dikampanyekan. Bahkan berbagai penyelewengan menyangkut urusan petro rupiah ini sejak zaman dahulu tidak pernah dibereskan." Begitu kata mereka dalam mimpi gw. Gwpun mengangguk kepada mereka. Dan dalam mimpi gw, tiba-tiba gw turut merapatkan barisan bersama mereka. Gw jadi ingat, perkara bensin pulalah dulu yang awalnya membakar tahta the smiling general. Kejatuhan yang akhirnya disyukuri semua orang.
Sayang hanya di dalam mimpi...
Gw terbangun sejenak kemudian, gwpun merasa berdosa. Karena sementara gw setuju dengan pertimbangan-pertimbangan demonstran itu. Gw malah sedang enak-enakan duduk dalam mobil ber-AC. Tetapi kemudian gw berpikir lagi. Biarlah terjebak dalam kemacetan ini menjadi kontribusi terhadap suara hati gw yang diwakili mereka. Gw malah merasa lebih baik daripada orang yang mengutuki demo itu tetapi kemarin malam ikut-ikutin memadati pom bensin, sehingga si tungki yang benar-benar haus tidak dapat jatah minum dan sampai mogok di jalan. Begitulah, begitulah...
Tuesday, March 01, 2005
Friday, February 25, 2005
What Kind of Drugs Are You?
Take the quiz: "what kind of drug are you? (includes pictures)"

xtc.
you are xtc.amazing, wild, sexy and young.
xtc.
you are xtc.amazing, wild, sexy and young.
Monday, February 14, 2005
AND LIFE GOES ON...
"Time flies my friend, time flies...", ungkap si jenius Hercule Poirot pada sahabatnya Captain Arthur Hastings. Dan ternyata kalimat itu benar sekali. Rasanya baru saja berlalu segala catatan yang gw toreh di lembar ini setahun yang lalu. Ternyata kali ini semua sudah kembali hadir, tentunya dengan spirit yang sangat berbeda. Setahun yang lalu, valentine juga, ucok menikah. kemudian imlek. Kini semua sudah kembali lewat.
Beberapa hari terakhir ini gw lewati dengan kemurungan. Gw menjuluki hari-hari terakhir ini sebagai the downfall. Tetapi semua sudah berakhir. Gw sudah membulatkan tekad bahwa hari ini adalah deadline-nya. Hari ini adalah hari kejatuhan yang penghabisan dan esok semua akan langsung berubah. Ewink Resurrection; everything will be counted adalah panji-panji yang akan gw kibarkan beberapa hari ke depan. Semoga semua akan berjalan dengan lancar dan mulus. Dan gw akan kembali berjaya, karena hidup akan terus berlangsung hingga saatnya tiba...
Dan mungkin bila nanti
Kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggalmati
Seperti hari kemarin
Saat semua di sini...
(Mungkin Nanti, Peterpan)
Beberapa hari terakhir ini gw lewati dengan kemurungan. Gw menjuluki hari-hari terakhir ini sebagai the downfall. Tetapi semua sudah berakhir. Gw sudah membulatkan tekad bahwa hari ini adalah deadline-nya. Hari ini adalah hari kejatuhan yang penghabisan dan esok semua akan langsung berubah. Ewink Resurrection; everything will be counted adalah panji-panji yang akan gw kibarkan beberapa hari ke depan. Semoga semua akan berjalan dengan lancar dan mulus. Dan gw akan kembali berjaya, karena hidup akan terus berlangsung hingga saatnya tiba...
Dan mungkin bila nanti
Kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggalmati
Seperti hari kemarin
Saat semua di sini...
(Mungkin Nanti, Peterpan)
Wednesday, February 09, 2005
FLY ME TO BANDUNG
Setelah 19 bulan yang panjang, akhirnya gw kembali ke Bandung membawa rindu dendam yang telah berkerak. Bahkan sejak memasuki jalan tol Padaleunyi, gw sudah mules-mules seperti orang suggest sebelum n*****t.
Sayang di Bandung hanya sebentar saja, karena maspion. Tetapi setidaknya sekarang gw punya alasan baru untuk sering ke Bandung. Tetapi meskipun gw tidak mampu ke Bandung, ibarat kisah finding neverland, sayap-sayap imaji akan menerbangkan gw ke Bandung. Bukankah gw sukmolelono???
Sayang di Bandung hanya sebentar saja, karena maspion. Tetapi setidaknya sekarang gw punya alasan baru untuk sering ke Bandung. Tetapi meskipun gw tidak mampu ke Bandung, ibarat kisah finding neverland, sayap-sayap imaji akan menerbangkan gw ke Bandung. Bukankah gw sukmolelono???
Tuesday, January 25, 2005
PATAH HATI

Dalam buku bagus banget yang berjudul The Curious Incident of the Dog in the Night-Time (Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran - KPG, 2004), Mark Haddon sang pengarangnya menceritakan seorang anak bernama Christoper Boone. Christopher ini mengidap penyakit bernama Sindrom Asperger, sejenis autisme. Para penderita penyakit ini adalah orang yang mahir komputer, Matematika, Astronomi dan Fisika tetapi kikuk berkomunikasi dan membenci metafor. Kalau pernah menonton Rain Man (Barry Levinson, 1988), kurang lebih digambarkan mirip karakter Raymond Babbitt yang memberikan Dustin Hoffman Piala Oscar ke-2-nya.
Kembali ke Christopher, salah satu kata yang dibencinya adalah Patah Hati. Dia berpikir bagaimana mungkin sebuah hati yang terdapat di dalam tubuh manusia bisa mengalami kejadian berupa patah dengan alasan bla... bla... bla...
Yah, intinya betapa enaknya menjadi seorang penderita sindrom asperger karena tidak percaya bahwa there's such thing as broke heart, maka dia tidak akan merasakan patah hati. Sayang berapa orang sih di dunia yang menderita sindrom ini. Pada tahun 1944 saja ketika penyakit ini pertama kali dikemukakan oleh Hans Asperger baru ditemukan 34 kasus. Sementara di sisi lain berapa banyak coba karya seni atau bahkan karya ilmiah yang lahir dari patah hati. Sudah tak terhitung jumlahnya.
Memang banyak sisi dari sebuah patah hati. Ada sisi kreatifnya, ada sisi hancurnya, ada sisi cinta dan kerinduan ada juga sisi dendam. Yang jelas sebuah patah hati ternyata bisa mengantar kita ke mana saja. Tetapi bagi seorang yang sedang patah hati, berbagai sisi itu bisa muncul, namun yang jelas patah hati itu tetap tidak enak. Perasaan terabaikan, ditinggalkan, tidak berarti dan dikhianati akan lebih mendominasi. Maka bersyukurlah para penderita sindrom asperger karena mereka tidak merasakannya.
Tapi pernyataan terakhir di atas bukan berarti doa agar bisa menderita sindrom asperger. Lebih condong kepada sikap positive thinking dalam segala kondisi. Jadi kalau kebetulan memiliki saudara atau kerabat atau keluarga yang menderita sindrom ini, yah lihat juga sisi positifnya lah. Setidaknya dia tidak akan pernah patah hati.
In The Wee Small Hours of The Morning
Composed by Hillard Mann, Sung by Jamie Cullum
in the wee small hours of the morning
while the whole wide world is fast alseep
you lie awake thinking of the girl
never even think of counting sheep
while the whole wide world has learned it's lesson
she'd be yours if only she would call
in the wee small hours of the morning
is the time i miss her most of all
Subscribe to:
Posts (Atom)