Aduh siapa bilang pinter itu penting, huh? Ternyata setinggi apa pun nilai matematika lo waktu SD atau SMP atau SMU, bukan jaminan bahwa hidup lo gak screwed up pada akhirnya. Ada misteri hidup yang ternyata gak cuma butuh nilai matematika, atau mungkin gak butuh sama sekali. Ini baru dari soal ekonomi, kalo dari soal lain wah bisa lebih luas lagi dimensinya. Jadi tolong ingetin adik atau anak lo, gak usah jadi pinter di sekolah, biasa aja dari pada buang waktu percuma untuk sesuatu yang dia gak tahu orientasinya kemana.
Waktu gw SMU, di kelas 1 ada chapter logika di buku Matematika, tapi apa lacur, sesudah dapet ponten 10 waktu ulangan, emang kita jadi pandai berlogika? Ah, tidak juga sodara-sodara. Kalo lagi gini jadi inget Paulo Freire yang dibaca sebagai syarat jadi anak Polar dulu banget di tingkat 1. Conscientity! Kita emang harus sadar apa yang kita pelajari, untuk apa, dari mana dan arahnya apa. Kalo gak gitu ya sia-sia. Seperti kata Mukti-Mukti lewat Fatamorgana.
Melangkah yang tak pasti
Tak tentu
Hatiku terasa ragu
Khayalku semakin jauh
Termenung dibuai fatamorgana
Mendung tak berujung-berlalu meninggalkanku
Hitam, Kelam, Kecewa, Ternoda!
Wednesday, August 13, 2003
Tuesday, August 12, 2003
Saturday, August 09, 2003
Terrorist
One man's freedom fighter is another man's terrorist... Narator di film Braveheart berkata, "History is written by men who have killed heroes." Dunia yang kita tinggali sekarang telah dibentuk oleh orang-orang yang disebut teroris dan dikutuk oleh musuh-musuhnya. Australia, Amerika Serikat, Russia, China, sebagian besar Amerika Selatan, sebagian besar Afrika, sebagian besar Timur Tengah dan hampir seluruh Asia. Jadi, siapa yang benar dan siapa yang salah? Anda sendiri yang tentukan.
Tapi ternyata identitas kita dibangun atas kekerasan dan kebencian...
Atilla The Hun
Konflik: Pendudukan Danube
Pada tahun 433 M, Atilla menjadi menjadi Raja Kaum Barbar. Dengan menggunakan taktik hit and run, dia telah membunuh ribuan penduduk sipil dengan memenggal kepalanya. Nyatanya hal itu mendudukannya di tampuk kekuasaan selama 20 tahun dan banyak meletakkan pondasi Eropa modern yang masih terpakai hingga kini.
George Washington
Konflik: Revolusi Amerika
Pada tahun 1775 Washington menjadi komandan Tentara Kontinental. Dia menghabiskan waktu 6 tahun menyerang serdadu-serdadu Inggris untuk mengusirnya dari Amerika. Kesuksesan diraihnya karena penggunaan taktik gerilya daripada serangan frontal karena kelemahan tentaranya. Tapi kini dia disebut sebagai founding father bagi sebuah negara yang mengaku terkemuka di dunia dalam demokrasi.
Governor Phillip
Konflik: Genosida Aborigin
Pada tahun 1790, Phillip memulai program pembangunan yang menyebabkan banyak penduduk asli Australia dibantai. Dia mengirimkan sejumlah orang dengan kapak untuk berburu kepala Aborigin, lalu dibawa pulang. Tujuan pembantaian itu adalah untuk membebaskan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan. Hingga kini dia dinobatkan sebagai salah satu pendiri New South Wales dan salah satu pendiri Australia.
Vladimir Ilyich Ulyanov (Lenin)
Konflik: Revolusi Oktober
Dengan dukungan rakyat yang menetangnya, Tsar Rusia dilengserkan pada Maret 1917 dan sebuah pemerintahan provisional pul mengambil alih kekuasaan. Pada bulan Oktober, dengan kondisi rakyat yang tak tertolong, Lenin meyakinkan kaum buruh untuk menolak kapitalisme - dengan prediksi-prediksi dan fantasi komunisme. Memang nama Lenin cenderung jauh lebih bersih, ketimbang penerusnya yang haus darah, Stalin.
Bung Karno
Konflik: Revolusi Indonesia
Memulai pendidikan politik sejak usia belasan saat indekost di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, seorang pemimpin Syarikat Islam yang sangat disegani pada saat itu. Soekarno menjadi bulan-bulanan pemerintah Belanda. Pada akhirnya ia ditangkap dan mulai diadili sejak tanggal 18 Agustus 1930 di Bandung. Pidato pembelaannya yang terkenal adalah "Indonesia Menggugat", sejak itu menghabiskan waktu dari pembuangan ke pembuangan bahkan setelah Indonesia merdeka. Pemerintah Belanda yang sampai saat sekarang belum pernah mau meminta maaf atas penjajahan yang pernah dilakukan, lantas menyebut Bung Karno sebagai extrimist. 17 Agustus 1945, setelah didukung para pemuda dan Tentara PETA, Soekarno dan Hatta akhirnya memerdekakan Indonesia. Sesudah itu Soekarno pun duduk di tampuk kekuasaan selama 20 tahun walaupun paruh pertama kepemimpinannya adalah masa pengentalan identitas kebangsaan, sehingga memimpin sama sekali bukan jalan kemewahan. Pada akhirnya dia pun digulingkan oleh konspirasi internasional dengan beberapa elemen nasional, karena dia tetap terlalu extrim bagi zamannya. Dia adalah Bapak Bangsa Gw!
Ayatullah Rohullah Khomeini
Konflik: Revolusi Islam Iran
Pada tahun 1979, Khomeini menumbangkan Shah Reza Pahlevi, monarki yang berkuasa dengan dukungan Amerika Serikat dan mata-mata kaki tangannya yang terkenal kejam. Tak sampai 1 tahun kemudian, Imam Khomeini pun merestui penyanderaan yang terjadi di Kedutaan Besar AS di Teheran. Hal ini membuat Imam Khomeini menjadi salah satu musuh paling dibenci dunia pada masanya. Kendati selama masa pemerintahannya, Iran tak henti direcoki Amerika Serikat yang justru sempat membantu Saddam Husein muda dalam Perang Iran-Irak, namun hingga kini Imam Khomeini tetap dipuja sebagai pemimpin suci yang telah berhasil meletakkan kembali pijakan Islam sebagai pondasi politik sebuah negara. Dia menjadi inspirasi tiada henti bagi semua umat Islam di dunia. Dia pun bergelar Mata Air Kecemerlangan
Fidel Castro
Konflik: Revolusi Kuba
Pada tahun 1956, Castro memimpin sekelompok pemberontak dalam perang 3 tahun dengan tentara-tentara Batista, pemimpin Kuba saat itu. Castro pun berhasil mengagitasi rakyat untuk menjatuhkan Batista dan kabur. Fidel pun mengambil alih. Namun nyatanya, dalam kekuasaannya yang hingga kini, Castro berhasil meningkatkan standard hidup warga Kuba, meskipun tanpa bantuan (atau malah dengan embargo tiada henti) dari Amerika Serikat.
Dulu Diponegoro dianggap musuh negara, sekarang Diponegoro jadi Pahlawan. Dulu Joan of Arc dituduh orang gila dan sesat, kini diangkat menjadi Santa. Kemarin Amrozy dihukum mati sambil tertawa-tawa dan mengacungkan jempol. Kemarin pengebom J.W. Mariott kita kutuki ramai-ramai.
50 tahun lagi siapa yang bisa menduga?
Kita memang hidup dalam dunia pemaknaan-pemaknaan. Sehingga realitas tidak penah menemukan bentuk senyata-nyatanya. Tapi tak apa, kita toh manusia biasa...
Selamat berakhir pekan....!
Tuesday, August 05, 2003
BOM
Hari ini Jakarta dibom lagi!
"Entah apa kata dunia", kata Bang Naga
"Mengapa harus kata dunia Bang, mengapa bukan kata kita?"tanya si Bujang
"Karena kata kita sudah tak penting lagi, Bujang. Karena sudah bergalon-galon air mata tumpah ruah di bumi ketidakberdayaan ini memohon berhentinya kekerasan fisik, mental dan spiritual tapi semua tenggelam sia-sia"
Tampaknya masa-masa ini adalah do'a tak diijabah. Masa ini adalah masa-masa kita belajar mencari hikmah dan membakar samsara.
Karena begitu banyak luka, tapi begitu banyak yang lupa.
Bomb dalam Bahasa Perancis bombe, dalam Italia bomba, diduga dari bahasa Latin bombus yang artinya deep hollow sound, kemudian diadopsi Yunani menjadi bombos. Diduga pertama kali digunakan dalam bahasa modern sejak tahun 1684.
Para nelayan sudah lama membenci bom. Karena bom hanya jalan singkat orang-orang serakah untuk mendapat tangkapan.Bom membunuh masa depan di laut. Tak hanya bagi ikan-ikan dan ekosistem laut. Juga bagi mereka yang mengebom dan pencari nafkah di lautan itu, yang tidak berdosa dan tidak serakah. Mungkin para pengebom Jakarta itu lupa, bahwa tidak cuma orang lain, atau J.W. Mariott saja yang akan menderita kerugian. Tapi juga diri mereka sendiri. Kita sendiri hidup dalam tali temali bernama sistem, toh! Tapi, orang lain itu tidak berdosa, Bung! Mereka juga orang-orang yang berperang campuh dalam hidup.
Sekarang setelah dibom, apa yang bisa kita lakukan. Jelas, tidak cuma mengutuk. Aparat keamanan harus mencari siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini. Pemerintah harus menyelesaikan sebab kebuntuan yang membuat si pengebom merasa tak punya jalan lain, kecuali menularkan rasa sakitnya pada orang lain. Sedangkan kita, daripada tenggelam dalam luka berkepanjangan, lebih baik kita sampaikan salam damai setiap hari. Selain itu, seperti yang telah disebutkan tadi. Ini adalah masa-masa kita mencari hikmah dan membakar samsara. Last but not least, berdo'a!
Setelah Tragedi WTC 2 tahun yang lalu, Sean Penn pernah membuat film pendek yang menceritakan seorang kakek yang memelihara bunga. Namun bunganya tak dapat tumbuh karena sinar matahari di jendela si Kakek selalu terhalang oleh bayangan gedung WTC yang begitu tinggi. Setelah gedung WTC dibom, maka bunga itu pun dapat tumbuh dibawah sinar matari. Intinya semua ada hikmahnya, jadi jangan berkecil hati. Film itu sendiri cuma 1 segmen dari 11 segmen film pendek 9 menit yang disutradari oleh 11 sutradara dari 11 negara berjudul 11'09''01 - September 11 . Mereka adalah: Youssef Chahine (segment "Egypt"), Amos Gitai (segment "Israel"), Alejandro González Iñárritu (segment "Mexico"), Shohei Imamura (segment "Japan"), Claude Lelouch (segment "France"), Ken Loach (segment "United Kingdom"), Samira Makhmalbaf (segment "Iran"), Mira Nair (segment "India"), Idrissa Ouedraogo (segment "Burkina Faso"), Sean Penn (segment "USA"), Danis Tanovic (segment "Bosnia-Herzegovina"). Sayang gw juga cuma baru baca sinopsisnya aja, belom nonton sendiri.
buat yang mo ngintip film itu:
11'09''01 - September 11
Friday, August 01, 2003
POJOK KANAYAKAN by Miranda Risang Ayu
Pucuk bambu sentuh biru
Tak terbatas di dadaku
Percik air berkeriap
Melembabkan pojok-pojok hati
Terbangkanlah Angin
Pucuk daun segar
Ke permukaan danau sunyi
Yang terlindungi dari segala prasangka
Ketulusan hati mengalirlah cepat
dan mewarnai segala hasrat
yang hampir saja memenjara
Langkahku
Subscribe to:
Posts (Atom)