Wednesday, June 20, 2018

Traveling Like A Boss - Traveling in Luxury!

Di industri wisata, konon kata 'luxury' adalah salah satu adjektiva yang terlalu lebay digunakan, sampai kadang-kadang kehilangan konteksnya. Cobalah telusuri frasa 'traveling in luxury' di Google, tidak jarang kita akan diantar ke situs-situs non perjalanan atau malah banyak iklan berbagai produk terkait, tetapi bukan soal wisatanya. 

Di ajang International Luxury Travel Market (ILTM) 2017 yang digelar Desember tahun lalu di Cannes, Perancis, istilah 'luxury' coba diluruskan kembali pada maknanya. Di event bergengsi ini, pegiat luxury travel mencoba kembali mendefinisikan traveling in luxury sebagai 'something precious, rare, and most important, invested in emotional value' -sesuatu yang berharga, jarang dicapai dan yang terpenting, mampu meninggalkan kesan emosional.

Memang, traveler zaman sekarang sudah berubah, mereka adalah orang-orang yang lebih haus akan akses dan pengalaman, ketimbang kepemilikan. Memiliki produk mahal seperti tas LV untuk traveling, bukan lagi hal paling penting. Pengalaman saat berwisata, dan kemudian posting mengenai hal itu, ternyata menjadi lebih penting bagi mereka. Tentu saja, hal ini adalah kabar baik bagi industri wisata dan kabar buruk bagi produsen koper, tetapi memang trend tengah bergerak ke arah itu.

Di Indonesia, traveling juga tengah tumbuh menjadi salah satu aktivitas favorit semua orang. Berbagai situs perjalanan, travel destination, travel blog, bahkan kanal wisata di media-media online tumbuh menjadi kanal-kanal favorit yang dimanfaatkan oleh para traveler musiman untuk daydreaming mengenai tujuan wisata berikutnya yang akan mereka kunjungi. Era media sosial ini juga telah mengungkap berbagai permata yang tersembunyi di berbagai sudut Indonesia, namun menawarkan pengalaman berwisata yang tiada duanya. 

Berbagai informasi dan akses untuk menjelajah tujuan-tujuan eksotis itu secara backpacking sudah tersedia luas, tetapi bagaimana dengan traveling in luxury? Apakah sumber-sumber informasinya sudah cukup memadai?

Beruntung sekali, dua minggu yang lalu saya diajak berkenalan dengan lalalaway.com, situs booking hotel terkemuka di Indonesia. Berbeda dengan kebanyakan situs booking hotel pada umumnya, lalalaway.com memiliki beberapa keunikan yang tidak dimiliki online travel agent lainnya. 

Pertama, lalalaway.com hanya menawarkan hotel bintang 4 dan bintang 5 dengan penawaran yang menarik serta harga yang dijamin lebih kompetitif dibandingkan Online Travel Agent lainnya di seluruh Indonesia. Kedua, setiap penawaran di lalalaway.com sifatnya adalah flash sale, artinya hanya ditawarkan selama 14 hari saja dan sistemnya siapa cepat dia dapat. Ketiga, Anda dijamin akan dimanjakan lalalaway.com dengan dengan kondisi khusus tambahan seperti: free room upgrades, layanan spa, transfer bandara, botol sampanye atau wine yang spesial yang akan menyambut kedatangan Anda. Wow, great value

Tampilan situs yang cantik, mudah diakses, penawaran harga yang murah, dengan banyak nilai tambah, plus harga yang ditawarkan bisa lebih hemat hingga 70 %! Siapa yang nggak mau? Lebih gampang lagi, saat memesan kamar, kita bisa sekaligus memesan paket penerbangannya. Saking hematnya, saya langsung memanfaatkan penawaran lalalaway.com untuk libur lebaran bersama keluarga di Four Seasons Gatot Subroto Jakarta dan mendapatkan harga yang kurang lebih 40% lebih murah daripada situs booking hotel lainnya. Pokoknya bisa traveling like a boss dengan harga hemat!

Intinya, lalalaway.com berusaha meninggalkan kesan emosional yang berharga pada saat kita menginap di suatu hotel. Inilah sejatinya inti dari redefinisi 'luxury' di industri wisata yang dibawah di paragraf awal tadi. Bayangkan misalnya saat kita memasuki lobi salah satu hotel keren yang ditawarkan lalalaway.com —terasa seperti masuk ke dalam sebuah movie sets, lobinya dipenuhi dengan travel gossip yang bisa kita nikmati sambil meneguk secawan sampanye. Setiap kali saya memasuki lobi Four Seasons Sayan Ubud misalnya, saya membayangkan berpapasan dengan Julia Roberts dan Javier Bardem saat mereka tengah shooting film Eat Pray Love di sana. 

Di bawah naungan nama besar MG Group, sebenarnya tak heran lalalaway.com memiliki kredibilitas untuk memberikan penawaran ke hotel-hotel bintang 4 dan bintang 5 di berbagai area, seperti Jakarta, Bali, Bogor, Lombok, dan Yogyakarta. Bahkan, kadang-kadang ada juga penawaran ke daerah-daerah yang lebih eksotis, seperti Raja Ampat. 

Audrey Marc, Co-Founder lalalaway.com menyatakan bahwa setiap penawaran yang diberikan lalalaway.com dinegosiasikan khusus oleh staf lalalaway.com dengan hotel-hotel pilihan mereka. "Dengan begini, kami bisa memastikan bahwa setiap konsumen kami mendapatkan benefit maksimal saat memutuskan untuk melakukan perjalanannya dengan kami," ungkap Audrey Marc.

Dengan begitu banyak kemudahannya, plus murahnya, lalalaway.com sudah pasti akan jadi pilihan utama saya saat merencanakan berwisata dengan seluruh anggota keluarga. Bukan begitu bosque?

Buka Puasa Sambil Belajar 
Kembali ke perkenalan saya dengan lalalaway.com, kebetulan saya diundang menghadiri blogger gathering di bulan Ramadan lalu. Acara ini dikemas sebagai acara buka puasa bersama, namun sebelumnya lalalaway.com memberikan konten workshop yang sangat berharga untuk para blogger. Alih-alih sekadar memperkenalkan lalalaway.com kepada para blogger, lalalaway.com juga mengajak para blogger untuk belajar memasang facebook ad untuk blog-nya dan Optimasi Facebook Channel untuk Blogger. Ilmunya sih berharga banget pastinya dan asyiknya memancing keingintahuan kita lebih jauh untuk lebih rajin ngulik blog. Semoga lain kali masih diundang deh sama lalalaway.com.

Friday, September 30, 2016

Berdialog dengan Peradaban Lain di NHK World



Di akhir dekade 1990-an, saya sempat sangat tertarik dengan pemikiran Presiden dan Politisi Reformis Iran MohammadKhatami, Dialogue Among Civilizations atau Dialog AntarPeradaban. Saking tertariknya saya dengan pemikiran Khatami ini, saya menjadikannya topik skripsi. Rupanya saya bukan satu-satunya orang yang begitu terpukau dengan pemikiran ini, PBB bahkan mendeklarasikan tahun 2001 sebagai the United Nations' Year of Dialogue Among Civilizations atas usulan Khatami.

Tak sekadar konsepsi, pemikiran Khatami yang sebenarnya respons atas teori Politik Internasional Clash of Cizilization yang dikembangkan Samuel P. Huntington pasca Perang Dingin ini sudah memiliki berbagai teori dan langkah operatif. Dialog antar kebudayaan dan peradaban ini memang sejak awal menghadapi berbagai pertanyaan teoritis dan praktis. Pertanyaan-pertanyaan fundamental mengenai peradaban dan kebudayaan dan berbagai upaya intelektual dan ilmiah untuk menjawabnya bukanlah tindakan sia-sia dan menjadi warisan sangat berharga bagi keberlangsungan umat manusia, khususnya memasuki milenium ketiga, saat itu.

Pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka di antaranya seperti: What is diversity? What can people do to open the lines of communication and redefine the meaning of diversity? How can we better understand diversity? What is the overall perception of diversity? Kemampuan Khatami berdiplomasi berhasil mendorong banyak negara untuk mulai mempertanyakan hal ini dan menyusun jalan, serta kontribusi yang bisa mereka berikan pada dialog akbar ini.

Khatami sendiri mengungkap,"Kita tidak bisa mengajak masyarakat dan pemerintah untuk beralih pada paradigma yang mengajurkan dialog antar kebudayaan dan peradaban ini tanpa benar-benar belajar dari sejarah, tanpa secara menyeluruh menyelidiki alasan di balik bencana utama dunia di abad ke-20 dan dampaknya hingga saat ini, tanpa dicemari penilaian terhadap paradigma dominan yang didasarkan pada dialog kekuasaan dan glorifikasinya". Dengan beraninya, Khatami sebagai Presiden Republik Islam Iran mengakui kekagumannya pada Peradaban Barat yang tumbuh di Amerika Serikat, padahal Iran dan Amerika Serikat sudah menjadi musuh bebuyutan sejak Revolusi Islam Iran di tahun 1979.

Bagi Khatami, dialog antar peradaban dilihat dari perspektif etis, faktanya merupakan sebuah undangan untuk mencampakan keinginan berkuasa atas peradaban lain. Dalam hal ini, hasil dari dialog tersebut adalah empati dan kepedulian, bahkan belas kasih. Jika zaman itu politik internasional masih didominasi negara sebagai aktornya, Khatami sudah mengusulkan bahwa aktor dalam dialog antar peradaban ini adalah para pemikir, pemimpin, seniman, anak-anak muda dan intelektual yang menjadi perwakilan sejati setiap kebudayaan dan peradaban itu sendiri.

Kini hampir dua puluh tahun kemudian, di era digital ini, kita bisa menyaksikan ide-ide Khatami ini semakin aktual dan menjadi kenormalan baru yang kekinian. Didorong oleh teknologi digital yang memudarkan batas-batas antar negara, kini kita bisa melihat dialog itu berlangsung masif dalam bentuk trending topics dan bentuk-bentuk lainnya yang mewarnai kehidupan sehari-hari kita.

NHK World, Sang Agen Sejati Dialog Antar Peradaban
Awal minggu ini, seorang kawan mengajak saya berkunjung ke POP UP booth dan pameran Domo-kun yang diadakan oleh NHK World channel yang diadakan di Kota Kasablanka. Kebetulan di pameran yang mengesankan ini, kami sempat berbincang-bincang dengan perwakilan NHK World mengenai program-program di NHK World yang ternyata bisa diakses dengan mudah di Indonesia.

Memahami NHK World lebih jauh mendorong saya mengapresiasi kehadiran mereka sebagai agen sejati dialog antar peradaban. Hal ini bahkan tercantum sebagai salah satu misi NHK World: To foster mutual understanding between Japan and other countries and promote friendship and cultural exchange. Program NHK WORLD ini mencakup berbagai kategori, di antaranya berita politik dan ekonomi, budaya dan gaya hidup masyarakat Jepang, hingga program belajar Bahasa Jepang disiarkan ke 150 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. There’s shows about pretty much everything from Kabuki to robotics.

NHK World Newsline yang ditayangkan oleh NHK World adalah salah satu program berita yang paling banyak ditonton di muka bumi. Dengan standard pemberitaan, salah satu yang terbaik di dunia, NHK World tumbuh menjadi sumber informasi yang tepercaya dan dapat diandalkan, serta mengangkat perspektif unik Jepang dan Asia pada umumnya, seperti tagline NHK World sendiri "Gateway to Japan and the rest of Asia".

Fokus lain NHK WORLD adalah memberikan informasi mengenai pariwisata di Jepang, seperti dalam sebuah tayangan yang berjudul “Journeys in Japan”, tayangan ini menarik karena menampilkan wartawan-wartawan dari luar negeri untuk memperkenalkan tempat-tempat wisata di Jepang dari sudut pandang wisatawan asing pada saat bepergian ke Jepang. Lewat acara ini, kita bisa memahami bagaimana mudahnya pengajuan visa kunjungan ke Jepang dan juga semakin banyaknya fasilitas publik bagi wisatawan Muslim.

Salah satu favorit saya juga adalah acara berjudul "Asia Insight". Potret secara mendalam tentang Asia hari ini, meliputi dinamismenya sebagai pusat pertumbuhan serta berbagai tradisi yang terpengaruh kemajuan globalisasi. Lalu ada pula "J-Trip Plan", sebuah travel show yang menawarkan informasi tempat wisata, atraksi wisata dan how to experience Japan, like an expert. Seru banget deh!

Bosan dengan yang terlalu serius, bisa coba tonton J Melo, which is definitely the go-to program for j-pop and j-rock. Lalu, coba juga tonton Kawaii International, for anything and everything Kawaii.

Mengenal NHK World ternyata memanjakan berbagai fantasi saya tentang Jepang dan mendekatkan mereka dengan kita. Untuk menontonnya pun ternyata sangat mudah. Di negeri kita, NHK World bisa ditonton melalui tv kabel seperti Indovision, Okevision, Top TV, BIG, First Media, Biznet Home, My Republic, Transvision, XUM dan DensTV, bahkan bisa juga ditonton di Web dan smart phone app! Website NHK World sendiri tersedia pula dalam Bahasa Indonesia.

NHK World benar-benar menjadikan Dialog among Civilizations sesuatu yang mudah dan menyenangkan dilakukan. Rencananya, NHK World masih akan hadir di  Garuda Indonesia Travel Fair pada 7-9 Oktober 2016 yang akan datang. Check them out!

Monday, September 05, 2016

Terhibur, Tertawa dan Geregetan bersama Ini Kisah Tiga Dara

Gegara nonton Tiga Dara tempo doeloe 2 minggu lalu, sebenarnya gue takut berharap banyak saat nonton Ini Kisah Tiga Dara ini. Meskipun di sisi lain tetap tidak sabar membuktikan kembali tangan dingin Teh Nia Dinata yang pernah sukses menerjemahkan Ca Bau Kan yang rumit ke layar lebar dan pernah melahirkan film-film terbaik Indonesia seperti Arisan dan Berbagi Suami.

Akhirnya, hari pertama film ini tayang, langsung ke bioskop untuk nonton. TERNYATA...

Gue menemukan film komedi musikal yang tak kalah segar dan menghibur, bikin geregetan dan tertawa terbahak. Lewat arahan Teh Nia Dinata, Ini Kisah Tiga Dara hadir jadi film tersendiri yang lepas dari bayang-bayang pendahulunya, orisinal dan penuh kejutan yang menyenangkan. Tambahan lagi, sepanjang film, penonton dimanjakan dengan panorama Maumere yang mampu bikin penonton tahan nafas saking cantiknya. 

Elemen musik dan dialog bercampur dengan harmonis, bikin kita tak lelah dan tak susah mencernanya. Jujur aja, aslinya gue agak susah memahami Musikal, karena gaya tuturannya yang agak rumit, menurut gue. Tapi menonton Ini Kisah Tiga Dara rupanya melepaskan gue dari kerumitan tersebut, apalagi didukung koreografi dan wardrobe menawan yang jauh dari kata lebay.

Tak boleh ketinggalan gue sampaikan salut kepada pemeran Sang 3 Dara yang chemistry-nya natural banget. Plus, Titik Puspa dalam peran terbaiknya seumur hidup (menurut gue). Well, tapi gue cuma pernah nonton 2 film Titik Puspa sih, Rojali dan Juleha serta Inem Pelayan Seksi.

Sekali lagi kudos untuk Teh Nia Dinata, Adella Fauzi dan seluruh tim produksi Ini Kisah Tiga Dara. Benar-benar kerja tim yang mengagumkan. Nah, ayo deh kita rame-rame nonton film ini di bioskop. Anggap saja sebagai bentuk dukungan terhadap film Indonesia yang bermutu, supaya makin banyak lagi karya-karya bagus semacam ini muncul dan mengharumkan nama Indonesia.

Sumber Foto: mulpix.com & instagram: @inikisahtigadara

Sunday, January 24, 2016

Belajar dan Belajar


Dalam Rangka menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Kami Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan, membuka Pelatihan untuk membentuk tenaga Kerja terampil dan Kompeten di Bidang :
1. Teknik Komputer
2. Teknik Pendingin / AC
3. Teknik Otomotif
4. Teknik Sepeda Motor
5. Operator Komputer
6. Desain Grafis
7. Tata Boga
8. Tata Busana
9. Tata Graha
10. Bahasa Inggris
11. Bahasa Jepang

Fasilitas Yang di Berikan PPKD jakarta Selatan antara lain :
- Snack
- Makan Siang
- Modul
- Seragam
- Sertifikat Uji Kompetensi dari BSNP ( Jika Lulus )
- Bursa Kerja Di akhir Pelatihan

Jadwal Pelatihan :
Hari Senin s/d Jumat pukul 08.00 s/d 16.00 WIB selama 45 hari (Total 360 Jam Pelajaran)

Start Pelatihan :
Angkatan 1 : 29 Februari 2016 s/d 03 Mei 2016
Angkatan 2 : 30 Mei 2016 s/d 02 Agustus 2016
Angkatan 3 : 19 September 2016 s/d 14 November 2016

Pendaftaran :
Setiap hari kerja Mulai Pukul 08.00 s/d 15.30 WIB
Bertempat di PPKD Jakarta Selatan, 
Jalan Buncit Raya No 440 Jakarta Selatan ( Seberang RS Jakarta Medical Center (JMC))

Biaya Pelatihan
Rp 0 (alias GRATISSS!!!)

Persyaratan :
1. KTP DKI Jakarta  
2. Pendidikan Minimal SLTA ( Untuk Boga dan Busana SLTP Di Perbolehkan)
3. SKCK / Surat Kelakuan Baik dari Polsek 
4. Kartu Kuning dari kelurahan
5. Surat keterangan Sehat dari Puskesmas
6. Foto Berwarna 3x4 = 3 Lembar dan 2x3 = 3 Lembar
7. Fotocopi Ijazah
8. Usia 17 s/d 50 tahun

IBX5899AACD4E772