Friday, September 30, 2016

Berdialog dengan Peradaban Lain di NHK World



Di akhir dekade 1990-an, saya sempat sangat tertarik dengan pemikiran Presiden dan Politisi Reformis Iran MohammadKhatami, Dialogue Among Civilizations atau Dialog AntarPeradaban. Saking tertariknya saya dengan pemikiran Khatami ini, saya menjadikannya topik skripsi. Rupanya saya bukan satu-satunya orang yang begitu terpukau dengan pemikiran ini, PBB bahkan mendeklarasikan tahun 2001 sebagai the United Nations' Year of Dialogue Among Civilizations atas usulan Khatami.

Tak sekadar konsepsi, pemikiran Khatami yang sebenarnya respons atas teori Politik Internasional Clash of Cizilization yang dikembangkan Samuel P. Huntington pasca Perang Dingin ini sudah memiliki berbagai teori dan langkah operatif. Dialog antar kebudayaan dan peradaban ini memang sejak awal menghadapi berbagai pertanyaan teoritis dan praktis. Pertanyaan-pertanyaan fundamental mengenai peradaban dan kebudayaan dan berbagai upaya intelektual dan ilmiah untuk menjawabnya bukanlah tindakan sia-sia dan menjadi warisan sangat berharga bagi keberlangsungan umat manusia, khususnya memasuki milenium ketiga, saat itu.

Pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka di antaranya seperti: What is diversity? What can people do to open the lines of communication and redefine the meaning of diversity? How can we better understand diversity? What is the overall perception of diversity? Kemampuan Khatami berdiplomasi berhasil mendorong banyak negara untuk mulai mempertanyakan hal ini dan menyusun jalan, serta kontribusi yang bisa mereka berikan pada dialog akbar ini.

Khatami sendiri mengungkap,"Kita tidak bisa mengajak masyarakat dan pemerintah untuk beralih pada paradigma yang mengajurkan dialog antar kebudayaan dan peradaban ini tanpa benar-benar belajar dari sejarah, tanpa secara menyeluruh menyelidiki alasan di balik bencana utama dunia di abad ke-20 dan dampaknya hingga saat ini, tanpa dicemari penilaian terhadap paradigma dominan yang didasarkan pada dialog kekuasaan dan glorifikasinya". Dengan beraninya, Khatami sebagai Presiden Republik Islam Iran mengakui kekagumannya pada Peradaban Barat yang tumbuh di Amerika Serikat, padahal Iran dan Amerika Serikat sudah menjadi musuh bebuyutan sejak Revolusi Islam Iran di tahun 1979.

Bagi Khatami, dialog antar peradaban dilihat dari perspektif etis, faktanya merupakan sebuah undangan untuk mencampakan keinginan berkuasa atas peradaban lain. Dalam hal ini, hasil dari dialog tersebut adalah empati dan kepedulian, bahkan belas kasih. Jika zaman itu politik internasional masih didominasi negara sebagai aktornya, Khatami sudah mengusulkan bahwa aktor dalam dialog antar peradaban ini adalah para pemikir, pemimpin, seniman, anak-anak muda dan intelektual yang menjadi perwakilan sejati setiap kebudayaan dan peradaban itu sendiri.

Kini hampir dua puluh tahun kemudian, di era digital ini, kita bisa menyaksikan ide-ide Khatami ini semakin aktual dan menjadi kenormalan baru yang kekinian. Didorong oleh teknologi digital yang memudarkan batas-batas antar negara, kini kita bisa melihat dialog itu berlangsung masif dalam bentuk trending topics dan bentuk-bentuk lainnya yang mewarnai kehidupan sehari-hari kita.

NHK World, Sang Agen Sejati Dialog Antar Peradaban
Awal minggu ini, seorang kawan mengajak saya berkunjung ke POP UP booth dan pameran Domo-kun yang diadakan oleh NHK World channel yang diadakan di Kota Kasablanka. Kebetulan di pameran yang mengesankan ini, kami sempat berbincang-bincang dengan perwakilan NHK World mengenai program-program di NHK World yang ternyata bisa diakses dengan mudah di Indonesia.

Memahami NHK World lebih jauh mendorong saya mengapresiasi kehadiran mereka sebagai agen sejati dialog antar peradaban. Hal ini bahkan tercantum sebagai salah satu misi NHK World: To foster mutual understanding between Japan and other countries and promote friendship and cultural exchange. Program NHK WORLD ini mencakup berbagai kategori, di antaranya berita politik dan ekonomi, budaya dan gaya hidup masyarakat Jepang, hingga program belajar Bahasa Jepang disiarkan ke 150 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. There’s shows about pretty much everything from Kabuki to robotics.

NHK World Newsline yang ditayangkan oleh NHK World adalah salah satu program berita yang paling banyak ditonton di muka bumi. Dengan standard pemberitaan, salah satu yang terbaik di dunia, NHK World tumbuh menjadi sumber informasi yang tepercaya dan dapat diandalkan, serta mengangkat perspektif unik Jepang dan Asia pada umumnya, seperti tagline NHK World sendiri "Gateway to Japan and the rest of Asia".

Fokus lain NHK WORLD adalah memberikan informasi mengenai pariwisata di Jepang, seperti dalam sebuah tayangan yang berjudul “Journeys in Japan”, tayangan ini menarik karena menampilkan wartawan-wartawan dari luar negeri untuk memperkenalkan tempat-tempat wisata di Jepang dari sudut pandang wisatawan asing pada saat bepergian ke Jepang. Lewat acara ini, kita bisa memahami bagaimana mudahnya pengajuan visa kunjungan ke Jepang dan juga semakin banyaknya fasilitas publik bagi wisatawan Muslim.

Salah satu favorit saya juga adalah acara berjudul "Asia Insight". Potret secara mendalam tentang Asia hari ini, meliputi dinamismenya sebagai pusat pertumbuhan serta berbagai tradisi yang terpengaruh kemajuan globalisasi. Lalu ada pula "J-Trip Plan", sebuah travel show yang menawarkan informasi tempat wisata, atraksi wisata dan how to experience Japan, like an expert. Seru banget deh!

Bosan dengan yang terlalu serius, bisa coba tonton J Melo, which is definitely the go-to program for j-pop and j-rock. Lalu, coba juga tonton Kawaii International, for anything and everything Kawaii.

Mengenal NHK World ternyata memanjakan berbagai fantasi saya tentang Jepang dan mendekatkan mereka dengan kita. Untuk menontonnya pun ternyata sangat mudah. Di negeri kita, NHK World bisa ditonton melalui tv kabel seperti Indovision, Okevision, Top TV, BIG, First Media, Biznet Home, My Republic, Transvision, XUM dan DensTV, bahkan bisa juga ditonton di Web dan smart phone app! Website NHK World sendiri tersedia pula dalam Bahasa Indonesia.

NHK World benar-benar menjadikan Dialog among Civilizations sesuatu yang mudah dan menyenangkan dilakukan. Rencananya, NHK World masih akan hadir di  Garuda Indonesia Travel Fair pada 7-9 Oktober 2016 yang akan datang. Check them out!

Monday, September 05, 2016

Terhibur, Tertawa dan Geregetan bersama Ini Kisah Tiga Dara

Gegara nonton Tiga Dara tempo doeloe 2 minggu lalu, sebenarnya gue takut berharap banyak saat nonton Ini Kisah Tiga Dara ini. Meskipun di sisi lain tetap tidak sabar membuktikan kembali tangan dingin Teh Nia Dinata yang pernah sukses menerjemahkan Ca Bau Kan yang rumit ke layar lebar dan pernah melahirkan film-film terbaik Indonesia seperti Arisan dan Berbagi Suami.

Akhirnya, hari pertama film ini tayang, langsung ke bioskop untuk nonton. TERNYATA...

Gue menemukan film komedi musikal yang tak kalah segar dan menghibur, bikin geregetan dan tertawa terbahak. Lewat arahan Teh Nia Dinata, Ini Kisah Tiga Dara hadir jadi film tersendiri yang lepas dari bayang-bayang pendahulunya, orisinal dan penuh kejutan yang menyenangkan. Tambahan lagi, sepanjang film, penonton dimanjakan dengan panorama Maumere yang mampu bikin penonton tahan nafas saking cantiknya. 

Elemen musik dan dialog bercampur dengan harmonis, bikin kita tak lelah dan tak susah mencernanya. Jujur aja, aslinya gue agak susah memahami Musikal, karena gaya tuturannya yang agak rumit, menurut gue. Tapi menonton Ini Kisah Tiga Dara rupanya melepaskan gue dari kerumitan tersebut, apalagi didukung koreografi dan wardrobe menawan yang jauh dari kata lebay.

Tak boleh ketinggalan gue sampaikan salut kepada pemeran Sang 3 Dara yang chemistry-nya natural banget. Plus, Titik Puspa dalam peran terbaiknya seumur hidup (menurut gue). Well, tapi gue cuma pernah nonton 2 film Titik Puspa sih, Rojali dan Juleha serta Inem Pelayan Seksi.

Sekali lagi kudos untuk Teh Nia Dinata, Adella Fauzi dan seluruh tim produksi Ini Kisah Tiga Dara. Benar-benar kerja tim yang mengagumkan. Nah, ayo deh kita rame-rame nonton film ini di bioskop. Anggap saja sebagai bentuk dukungan terhadap film Indonesia yang bermutu, supaya makin banyak lagi karya-karya bagus semacam ini muncul dan mengharumkan nama Indonesia.

Sumber Foto: mulpix.com & instagram: @inikisahtigadara

Sunday, January 24, 2016

Belajar dan Belajar


Dalam Rangka menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Kami Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan, membuka Pelatihan untuk membentuk tenaga Kerja terampil dan Kompeten di Bidang :
1. Teknik Komputer
2. Teknik Pendingin / AC
3. Teknik Otomotif
4. Teknik Sepeda Motor
5. Operator Komputer
6. Desain Grafis
7. Tata Boga
8. Tata Busana
9. Tata Graha
10. Bahasa Inggris
11. Bahasa Jepang

Fasilitas Yang di Berikan PPKD jakarta Selatan antara lain :
- Snack
- Makan Siang
- Modul
- Seragam
- Sertifikat Uji Kompetensi dari BSNP ( Jika Lulus )
- Bursa Kerja Di akhir Pelatihan

Jadwal Pelatihan :
Hari Senin s/d Jumat pukul 08.00 s/d 16.00 WIB selama 45 hari (Total 360 Jam Pelajaran)

Start Pelatihan :
Angkatan 1 : 29 Februari 2016 s/d 03 Mei 2016
Angkatan 2 : 30 Mei 2016 s/d 02 Agustus 2016
Angkatan 3 : 19 September 2016 s/d 14 November 2016

Pendaftaran :
Setiap hari kerja Mulai Pukul 08.00 s/d 15.30 WIB
Bertempat di PPKD Jakarta Selatan, 
Jalan Buncit Raya No 440 Jakarta Selatan ( Seberang RS Jakarta Medical Center (JMC))

Biaya Pelatihan
Rp 0 (alias GRATISSS!!!)

Persyaratan :
1. KTP DKI Jakarta  
2. Pendidikan Minimal SLTA ( Untuk Boga dan Busana SLTP Di Perbolehkan)
3. SKCK / Surat Kelakuan Baik dari Polsek 
4. Kartu Kuning dari kelurahan
5. Surat keterangan Sehat dari Puskesmas
6. Foto Berwarna 3x4 = 3 Lembar dan 2x3 = 3 Lembar
7. Fotocopi Ijazah
8. Usia 17 s/d 50 tahun