Showing posts with label Obituary. Show all posts
Showing posts with label Obituary. Show all posts

Monday, March 08, 2021

Penemu Kaset Telah Tiada

Lou Ottens penemu kaset meninggal dunia di usia 93 tahun. © Pix4Profs/ Ramon Mangold 

Lou Ottens yang telah membawa kebahagiaan tak terhingga bagi banyak pencinta musik berkat penemuannya, pita kaset meninggal dunia di usia 94 tahun di kediamannya di Belgia pada 6 Maret 2021. 

Lou Ottens adalah seorang tokoh yang bertanggung jawab menstimulus kehadiran jutaan cinta di muka bumi, lewat jutaan mixtapes yang dibuat untuk ‘nembak’. Seorang tokoh yang berhasil menyampaikan inspirasi musik hingga ke desa dan gang, bahkan di kawasan terkumuh sekalipun. 

Meskipun namanya tidak telalu populer di masyarakat, tapi boleh dikatakan dialah yang mengantar kita pada industri musik seperti yang kita kenal sekarang. Evolusi dunia musik tidak akan mencapai titik sekarang ini tanpa inovasinya yang menggerakan dunia musik hampir 5 dekade. 

Selain menciptakan pita kaset, Ottens juga masih terlibat dalam penemuan cakram digital atau compact disk (CD) yang banyak digunakan untuk mendistribusikan musik di awal 2000-an. 

Lou Ottens adalah seorang pelopor pada masanya dan tidak diragukan lagi telah membawa dampak besar terhadap wajah industri masa kini. Meskipun mungkin generasi zaman sekarang tidak lagi terbiasa dengan pita kaset atau cakram digital, namun selama 50 tahun, inovasinya telah memudahkan distribusi musik dari tangan para pencipta bagi para penggemarnya di seluruh pelosok dunia, dengan harga yang terjangkau. 

Karyanya telah menumbukan mimpi-mimpi para musisi di seluruh dunia, sekaligus mewujudkannya menjadi karya yang bisa dinikmati orang banyak dengan mudah.

Monday, November 23, 2009

DOA MOHON KUTUKAN



dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan
jika itu merupakan salah satu syarat agar pemimpin-pemimpinku
mulai berpikir untuk mencari kemuliaan hidup,
mencari derajat tinggi dihadapanMu
sambil merasa cukup atas kekuasaan dan kekayaan yang telah ditumpuknya




dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan
untuk membersihkan kecurangan dari kiri kananku,
untuk menghalau dengki dari bumi
untuk menyuling hati manusia dari cemburu yang bodoh dan rasa iri

dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan
demi membayar rasa malu atas kegagalan menghentikan
tumbangnya pohon-pohon nilaiMu di perkebunan dunia
serta atas ketidaksanggupan dan kepengecutan dalam upaya
menanam pohon-pohonMu yang baru
ambillah hidupku sekarang juga,
jika itu memang diperlukan untuk mengongkosi tumbuhnya ketulusan hati,
kejernihan jiwa dan keadilan pikiran hamba-hambaMu di dunia
hardiklah aku di muka bumi, perhinakan aku di atas tanah panas ini,
jadikan duka deritaku ini makanan
bagi kegembiraan seluruh sahabat-sahabatku dalam kehidupan,
asalkan sesudah kenyang, mereka menjadi lebih dekat denganMu

jika untuk mensirnakan segumpal rasa dengki di hati satu orang hambaMu
diperlukan tumbal sebatang jari-jari tanganku, maka potonglah
potonglah sepuluh batangku, kemudian tumbuhkan sepuluh berikutnya
seratus berikutnya dan seribu berikutnya,
sehingga lubuk jiwa beribu-ribu hamba
Mumenjadi terang benderang karena keikhasan

jika untuk menyembuhkan pikiran hambaMu dari kesombongan
dibutuhkan kekalahan pada hambaMu yang lain,
maka kalahkanlah aku, asalkan sesudah kemenangan itu
ia menundukkan wajahnya dihadapanMu

jika untuk mengusir muatan kedunguan dibalik kepandaian hambaMu
diperlukan kehancuran pada hambaMu yang lain,
maka hancurkan dan permalukan aku,
asalkan kemudian Engkau tanamkan kesadaran fakir dihatinya

jika syarat untuk mendapatkan kebahagiaan bagi manusia adalah kesengsaraan manusia lainnya, maka sengsarakanlah aku
jika jalan mizanMu di langit dan bumi memerlukan kekalahan dan kerendahanku,
maka unggulkan mereka, tinggikan derajat mereka di atasku

jika syarat untuk memperoleh pencahayaan dariMu adalah penyadaran akan kegelapan,
maka gelapkan aku, demi pesta cahaya di ubun-ubun para hambaMu
demi Engkau wahai Tuhan yang aku ada kecuali karena kemauanMu,
aku berikrar dengan sungguh-sungguh
bahwa bukan kejayaan dan kemenangan yang aku dambakan,
bukan keunggulan dan kehebatan yang kulaparkan,
serta bukan kebahagiaan dan kekayaan yang kuhauskan

demi Engkau wahai Tuhan tambatan hatiku,
aku tidak menempuh dunia, aku tidak memburu akhirat,
hidupku hanyalah memandangMu
sampai kembali hakikat tiadaku

EMHA AINUN NADJIB


Puisi karangan Cak Nun ini dulu ngetop dibacakan para demonstran sesaat sebelum reformasi untuk mengutuk despotisme di masa itu. Gw gak pernah menyangka bahwa puisi ini ternyata harus bergema kembali di masa sekarang. Terutama saat kita menyimak berbagai pemberitaan akhir-akhir ini.

Hari ini, pemerintah resmi memblokir blogspot lewat berbagai ISP. Entah kapan matari akan bersinar di negeri ini... Tuhan, selamatkan kami!

Image from: http://silentwhisperss.wordpress.com/tag/anger-ruins-everything/

Thursday, July 12, 2007

Wafatnya Seorang Pejuang










Turut berduka cita atas wafatnya Taufik Savalas.


Dunia telah kehilangan seorang pribadi yang sangat bersahaja, pejuang hidup yang penuh teladan. Semoga amal dan ibadah almarhum dapat menjadi bekalnya menghadap Sang Khaliq. Semoga keluarga, rekan dan penggemar yang ditinggalkan oleh almarhum, dilimpahi dengan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan.


Gw bukan orang yang mudah menerima berita duka cita, terutama dari orang-orang yang gw kenal. Kematian adalah sosok asing yang bisa datang menyelinap tanpa tanda-tanda terlebih dahulu. Saat terakhir bertemu, Taufik bercerita perihal keasikannya saat ini, bercumbu dengan Tuhan. Nampaknya, percumbuan itu berlangsung begitu romantis, sehingga Sang Khaliq pun memanggil pecintanya untuk lebih dekat dengan-Nya.

Taufik telah memberi sinar begitu terang bagi orang-orang yang mengenalnya. Ketulusan, kerendahan hati, perjuangan, kerja keras, integritas dan kejujuran. Jasad Taufik mungkin tak bisa lagi hadir di tengah-tengah kita - menghibur kita dan membuat kita tertawa, tetapi teladan yang diberinya akan tetap hidup di pikiran dan hati orang-orang yang mengenalnya.

Selamat Jalan Pak Presiden. Selamat Jalan, Taufik Savalas. Doa kami menyertaimu.
IBX5899AACD4E772